Rabu, 02 Maret 2011

Sepotong Episod Hari Ini

Ahad, 12-09-2010, pasca lebaran idul fitri.

Teruntuk saudara(i)quu, Ekky, Icha dan Yoko.
Hari ini kalian menemaniku slama 30 menit lebih d dlm mobil biru, si mungil. Heheh.. Knpa aku mngtakan si mungil? Pastilah kalian tahu jawabanx. Yaaa, krna tragedi kandas itu. Alhamdulillah, ndag jd balik tadi.. Tdk reversible, meski jalanx agak parah.. Hahah.. Salah memilih jalur ternyata! Syukurlah kita sampai k rmah Mimi dgn slamat, walau kalian meninggalkanku saat pulang tadi.. Tp tak apa, aku mafhum, dan aku pun pulang dgn cerita yg lain.. Makasih.. :)

Untuk Icha, makasih atas tumpanganx syg.

Untuk Yoko, makasih sdh mengantar kami k rmh Mimi.

Untuk Ekky, makasih mau ikut menemaniku ukhti. Makasih pula atas sirup dadakanx yg hrus dhabiskan scepat kilat, dan tumpangan tempatx untuk motor pusaka ayahku. Heheh. :D

Teruntuk saudara(i)quu, Wiwi, Anca, Rais, Trisno, Siswadi, Ajis, n Taufik.

Hari ini kalian memberiku petualangan dahsyat! Sungguh luar biasa. Banyak pengalaman yg menggelitik.

Untuk fotoghraferqu, Anca. Makasih sdh menunaikan amanah dgn sangat baik. Heheh. Aku akan mencarimu, nanti! Saat kita msuk skolah. Hahah. Tak lain dan tak bukan untuk mencari foto" kutipan tadi.. :D

Untuk Siswadi yg sungguh baik mw meminjamkanku motor untuk pulang smpai k rmh Ekky. Jazakallah sodara! Afwan telah membuatmu mencuci motor yg penuh dgn kue tar, kotoran ternak tadi. Hahah. Aku tak sengaja menabrakx. Sungguh
bukan hal yg disengaja, kawan.

Untuk Rais kawanku yg sangat aneh, makasih atas smuanya. Kau sungguh baik. Bagaimana dgn ne2k tadi? Kau bwa kemana dia? Heheh. Ceritakan padaku, kawan! :)

Untuk Wiwi, kawanku yg baik hati. Makasih karena kau telah membawa kami ke Danau, Baruga, tempat yg luar biasa indah mempesona! Semakin kutersadar akan bentangan alam Takalar yg nun hijau teramat hijau. :D Makasih pula dgn kuex, enak!

Untuk Trisno yg hobby foto hax untuk profpic.. Hahah. Makasih sdh melengkapi petualangan tadi. Afwan telah membuatmu menunggu d clabin. Bukan kerjaanku, kawan!

Untuk Ajis yg telah membuat keputusan yg kurang tepat. Ktax dtang jam 8 pagi d clabin, tp buktix nol besar, kawan. Anca dan Trisno menunggu lama karena ketidak-on time-mu! Akupun begitu. Jangan ulangi lg, krna itu membuang bxk waktu kami. Heheh. Makasih sdh membwa kue k danau tadi. Teman2 terselamatkan karenamu! Hahah.

Untuk Taufik yg pendiam, hahah. Makasih telah turut serta dalam petualangan hari ini.

Petualangan ini tak lengkap tanpa kalian semua. >_<

Spesial untuk Mimi yg telah mengundang kami k Ko'mara, makasih atas penyambutanx. Kue coklatx enak! Makan siangx pun lezat. Uhm, yummy, kami kenyang! Heheh. Sayang, Mimi ndag ikutan k Danau. Jangan iri ya! :) hahah.

Terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami hari ini Ya Allah. :D

Sekeping Puzzle Hari Ini

Makassar, 19 September 2010

Hmm..
Kembali kumemulai mengisahkan perjalananku.. Kali ini ku ingin berbagi pengalaman padamu, kawan!

Sekeping puzzle bersama Lelimiska Irmadani Syarif, ananda skaligus shabatku. Lewat message, kusampaikan sbuah ajakan d Ahad pagi. Ajakan berburu buku TPA dan komik Godhand Teru. Awalx, kami akan pergi bertiga, brsama Dian Febriana Nawir, sahabatku pula, maklum, sya pux bxk sahabat. Heheh. Tp akhirx kami harus pergi tanpa Difeb. Ada halangan yg tak mbuatx ikut serta.

Tahukah kau?
Kami ngaret dr wk2 yg dijanjikan, ini bukan suatu pengingkaran, kawan. Tp krna sinyal d rmhku yg tak kunjung memihak. Jadilah Lhely menungguku hingga 'kalotoro', katax. Hahah. Dr jam 10 wk2 yg ditentukan, satu jam k dpan, barulah kami brangkat.

Tujuan kami, MARI, kawan! Berburu buku d gramedia. D sana, kami menelusuri berjenjang-jenjang rak, mencari sesuatu yg kami inginkan. Kawan, memang benar, memilih adalah sbuah keharusan! Krna tak memilih jga sbuah pilihan. Setelah membolak-balik lembaran2 sbuah bku, mka kujatuhkan pilihan pdax dgn penuh pertimbngan.

Mm, dan mencari komik Godhand Teru jg tak mudah jka melihat deretan serta tumpukan komik yg membeludak. Tp kau bisa mencarix dgn mudah, taxkan saja pada kk penjagax, pasti kan ia tunjukkan tempat komik yg kau cari. Kawan, harus kau tahu (ciee'iileeh) aku begitu menginginkan komik itu. Tp yg kutemukan hax edisi 12 dst. Hualah. Aku ingin mbcax dr awal, tp tak apalah! Aku akan ttp mencarix, krna kali ini, aku benar2 berminat dgn komik. Tp itu karena isix boii, "dokter bedah"! Cita2 yg sdh lama brsemayam dlm hati dan pikiranku. Hahah. Rekomendasi k'Naufal nih, dylah yg menginspirasiku tuk membacax! Mksh kk, heheh. Komik Godhand Teru harus kubaca, krna kuingin! :D

Tak hax berburu buku, tp kami pun berburu roti.. Ini hasil ajakan Lhely nih, dy berhasil memengaruhiku, kawan! Hahahah. Jadilah kami memborong roti2 Bread Talk. Wkwkwk.

Tp tahukah kalian apa yg terjadi setelah itu? Kami pulang dgn menelusuri kota Makassar, sblmx kami tak bermaksud utk brjalan kaki. Bukanx kami pelit dgn uang kami, hax sja kami ingin petualangan, kawan!

Langkah demi langkah kami tapaki, menyenangkan, itu yg kurasakan! Tradisi kami merebak kembali, "foto2".. Foto perdana, kami kutip d dpan rmh TNI AL, kau tahu alasanx kawan? Karena bunga putih-pink itu, kembang kertas. Kami tak ubahx org udik msuk kota. Hahah. Tp jangan salah, kami hax ingin sesuatu yg luar biasa, yg jarang 'ingin' dlakukan org2 pda umumx. Kutip sini, kutip sana, itu yg kami lakukan. Rumah, kantor, sekolah, dan emperan toko kami lalui.

*bersambung.

MATSURI JEPANG

Sabtu, 16 Oktober 2010

Kumulai langkahku bersama sahabat sehati, Difeb dan Salmi, meski judge ‘tidak setia kawan’ Hijas lontarkan untuk kami.. Jas, perlu kau tahu, persepsi kita tak sama mengenai kesetiakawanan.. Maaf, tak bermaksud untuk itu sodara.. Hanya saja untuk melakukan sesuatu ada kalanya kita tak harus menunggu! Seulas senyum kulontarkan kala mengingatnya.. :))

Jadilah kami bertiga berangkat lebih dulu.. Kami naik pete-pete liar, kawan.. Kau tahu? Pete-pete liar julukan buat pete-pete yang tak kami kenal dan tak kami charter.. Ohoho.. Biasanya kan kita orang naik mobil charteran.. Ckckck.. :)) Lantunan irama syahdu menemani perjalanan kami.. Kadang turut bernyanyi kecil  jika kami tahu liriknya, meski tak merdu.. Hihihi..

Sampai di Limbung, kami tetap berempat dengan seorang gadis berbaju seragam pramuka, berlima dengan Pak Sopir lebih tepatnya.. Ehehe.. Klo kami lebih suka sedikit seperti ini, tapi tentu berbeda halnya dengan Pak Sopir.. Jelas iya kan? Kebutuhan orang kan beda-beda.. Terkadang untuk mendapat beberapa penumpang lainnya, Pak Sopir rela menunggu, seperti yang dilakukannya tadi.. Kesabaran Pak Sopir membuahkan hasil, 2 penumpang kini telah duduk bersama kami, ditambah beberapa penumpang lainnya.. :))

Tak apa kan saya bercerita banyak? Ehehe.. Pengalaman baru menanti kami.. :D Berpetualang memang asyik! Hobi yang tak dapat kuhapus dari diriku, bahkan mungkin sudah kutularkan pada orang-orang sekitarku..

Kami turun dari pete-pete liar tepat di depan Agung.. Ya, sengaja memang! Karena kami tahu, MARI masih tutup.. Ohoho.. Kami masuk ke Agung lebih dulu, yang kami cari hanya pensil stabilo dan penghapusnya.. Sekalian membeli note book.. Simple kan yang kami cari? Itu karena kalian tak tahu, kami hanya membawa uang seadanya.. Ckckck.. Uang pas-pasan kodong.. Menabung di Bank membuatku krisis keuangan saat ini.. Ehehe.. Setelah kebutuhan kami di Agung sudah terpenuhi, kami kemudian melangkahkan kaki ke MARI.. :))

Pelataran MARI masih sepi, hanya sedikit orang yang berkeliaran.. Benar dugaan kami, MARI belum buka.. Ckckck.. Moment ini kami manfaatkan untuk berfoto ria.. *kebiasaan.. Tak seru jika tak mengabadikannya..

Tak lama di pelataran, akhirnya kami masuk juga! Tujuan utama kami, MATSURI JEPANG.. Festival yang tak mungkin kami lewatkan begitu saja… :)) Alhamdulillah matsurinya blm ramee.. Ehehe.. Ini menguntungkan kami, kami bebas untuk saat ini, setidaknya kami tak perlu berdesak-desakan.. Di sana kami temui Yuriko sensei, dari kak Yuriko-lah info matsuri ini kami ketahui.. Makasih kak Yuriko.. :)) Budaya Jepang turut menyeruak menyambut kedatangan kami, kedatangan pemudi nun hijau yang sangat ingin menginjakkan kaki di negeri Sakura, negeri Matahari Terbit..

@Matsuri, kutemukan keramahan, keramahan bangsa Jepang..
Kutemui Taeko san; kakak yang masih sangat muda menurutku, saat ini kak Taeko berkecimpung di dunia pendidikan SLB di Maros, baru setahun Taeko san di Indonesia..

Ota sensei; dosen sastra Jepang di UNHAS, beliau terlihat berwibawa.. :))

Osawa san; mengajari kami tentang ulat sutra yang katanya membutuhkan 20 hari untuk dapat berkembang dari telur hingga dewasa..

Ichiki san; kakek pembudidaya rumput laut di Takalar, menyuguhi kami kue rumput laut yang agak asing dilidahku, mungkin karena ini kali pertama aku mencicipinya..

Ema san; sensei masakan Jepang yang terlihat anggun dengan kimono yang dikenakannya.. Kami sempat berfoto dengannya.. :))

Michiko san; nenek yang pandai menari, sungguh lucu tarian Jepang itu, tarian yang kami saksikan sangat unik, especially tarian Dojo Sukui, hanya Michiko san yang mampu menarikannya.. Tanko Bushi dan Zundoko Bushi tak kalah menariknya.. Kami turut menarikan tari Zundoko Bushi, 2 kali malah, ini karena dorongan Lee’, lagi-lagi sahabatku ini kembali memengaruhiku untuk menari lagi.. Benar-benar aneh, mau saja saya menurutinya, itulah yang tak kumengerti pada diriku yang tak mau menolak hal-hal aneh.. :)) Sampai-sampai kepalaku pusing dibuatnya.. Keliling, mutar-mutar, itu yang kami lakukan sambil melambaikan tangan.. Agak kaku memang, tapi asyik sekali!

Selanjutnya, Sekiguchi san; kakak wartawan Jepang yang saat ini bertempat di Jakarta, jauh juga ya kakak Sekiguchi ke Makassarnya? Oia, tak hanya sekedar berkenalan, kami juga diwawancarai olehnya.. Lucu menggelikan jika ditanyai olehnya dengan memakai bahasa Jepang.. Kami hanya mengangguk tak paham, hingga membuat kami bertanya akan artinya.. Ehehe.. Kami tak tahu banyak tentang Nihongo kakak.. Hihihi..

Naoriko san; sensei yang kini bertugas di SMPN 2 Takalar.. Aku pernah bertemu dengannya di sana.. Naoriko sensei mengajari kami cara membuat Topi Samurai.. J Senang sekali, dapat pelajaran origami..

Aya san; perawat yang ramah.. Ada banyak perawat yang namanya tak dapat kusebut satu-satu.. Kau tahu? Kami diajari cara mencuci tangan yang baik.. Caranya mudah, kawan, kira-kira seperti ini:
  1. Digosok
  2. Kura-kura
  3. Gunung-gunung
  4. Kucing
  5. Motor
  6. Jam tangan
  7. Dicuci
  8. Keringkan
Ehehe.. Mengertikah kalian? Aku hanya dapat menjelaskannya lewat gerakan, kawan! Maaf yaa.. Oia, kami turut mempraktekkannya lho.. Ckckck. Dengan penuh percaya diri, saya, Difeb, dan Salmi maju ke depan, kami memulainya dengan nyanyian anak kecil.. Lucu juga! Hahah.. Ternyata keinginan kami untuk turut berpartisipasi masih dalam skala tinggi, kawan! Kala itu, lelah belum menghampiri kami.. Semangat kami masih tetap membara.. :))

Waktu mengalir tak terbendung, sudah puas kami! Foto juga sudah menggunung.. Ckckck.. Kami sudah bisa menikmati aroma negeri Sakura, melihat aneka macam khas Jepang, meski sesungguhnya Jepang belum kami jejaki.. Indahnya bercengkrama dengan kakak, kakek, dan nenek yang baik dan ramah..

Perlu kalian ketahui, bolak-balik Hero sudah kami lakoni semenjak rasa haus menghampiri kami.. Ke Gramedia juga sudah, hanya Godhand Teru yang aku dan Difeb beli.. Maklum, kami lagi berhemat habis-habisan.. Ehehe..

Hmm.. Saatnya berpamitan dengan Yuriko sensei.. Sebelum pulang, kusempatkan diri untuk memakai baju Jepang, tapi bukan kimono.. Ohoho.. Kawan, kulangkahkan kaki untuk pulang, mengakhiri petualangan kami hari ini.. :))
Tarian Jepang..

Seuntai Kisah Masa Ini

Takalar, 20-10-2010

*Menikmati aroma seni yang mungkin tak ‘kan kuhirup lagi di saat kutamat nanti.. :) Masa-masa ini akan selalu kukenang sebagai bagian dari kisah putih abu-abuku.. Betapa senangnya diriku dapat berhimpun bersama kalian, bersama merasakan saripati seni, especially musik tradisional.. Seni yang membuktikan keragaman budaya Indonesiaku! Ingin kuterus melestarikanmu, memperkenalkanmu pada dunia.. “Ini adalah budaya asli Indonesia yang kaya akan ragam..” :) Jika bangsa lain bangga dengan budaya yang mereka miliki, mengapa kita tidak lebih bangga dengan budaya yang kita punya? Kawan, aliran seni musik tradisional, ‘rampak gendang’ mulai bersemayam dalam diriku saat kelas X dulu, saat promosi perekrutan anggota.. Saat itulah rasa ingin tahuku akan gendang mulai membuncah.. Heheh.. Tak bermaksud untuk melebih-lebihkan.. :) Hmm.. Ingin rasanya mendalami seni; musik, vocal grup, dan drama cerita rakyat.. Rampak gendang, asyik sekali jika dapat mementaskanmu di luar negeri.. *ngarep.. Hihihi.. Rasanya tak ingin menutup lembaran kisah kita, tak ingin mengakhirinya meski tak dibangku SMA lagi.. :( Kawan-kawan rampak gendangku, senang dapat merangkai cerita bersama kalian.. Tak terlupa kuhaturkan terima kasih buat Pak Tata yang telah melatih kami tanpa henti, buat Ayahanda Ali yang senantiasa mendukung kami, serta Ibu Tijo’ yang sudah setia merias kami saat akan pentas.. :D hihihi.. Semuanya tak ‘kan terlupa begitu saja.. Rampak gendang, ‘kan kukenang kau bersama semua kisah yang telah kulalui.. Kau turut mengukir sejarah dalam hidupku.. :)

EUFORIA KELASKU

Kubuka pintu dan langkahkan kaki
Dinding biru berbaur ungu dan bersanding cream
Kuletakkan tubuhku pada kursi
Di pojok ruangan

Dinginnya AC menembus tulang-tulangku
Ditambah gemerisik pulpen yang turut berbaur
Spidol menari-nari di papan putih di depan kelas
Lampu yang temeram dalam balutan putih

Siswa dan tentor bersenggama
dalam euforia di kelasku
indah dan berbekas dalam benak kami
menambah mozaik dalam hidup kami

Jum'at, 5 November 2010; 17.40
Uchi, Salmi, Difeb, k'Sudir, Hadi, Arfah, dan Hamzah..

Special for my friends in CLABIN

070211

The wind brings news
when people could not hear it
also could not bring into my soul
leave the area especially

I breathe the air here
here I opened my eyes
here I am studying
with the teachers and my friends

however,
we will split
because of age and demanding our hope
with a bit of a longing that incriminating

goodbye friend
see ya tomorrow
when the sun becomes a red
when the clouds dressing longing

I'll still be your friend
I'll be back with my smile
with the wings of love